Jumat, 11 April 2014

My lucky!

Jadi ceritanya, aku lagi sibuk. Aku juga bingung sibuk karena apa. Yaa antara sok sibuk sama menyibukkan diri sih sebenernya HEHE. Udah lama banget gak ngeblog. DAN YA, cerpen yang "sebuah Moment" belum sempet kuketik huhu. Karena aku bikin cerpennya itu dibuku saku kecilku hehe, tulis tangan gitu ceritanya, because ide itukan datengnya tibatiba dan aku gabisa setiap saat pegang laptop dan my handphone itu gabisa diandalkan:( keypadnya udah sakit akut deh. Sekarang pun aku bingung mau nulis apa. Terlalu banyak hal yang mau diceritakan dan ditulis.

Ohiya, sampe sekarang aku bingung loh mau nulis - diblog maupun socmed lain - dengan sebutan gue-lo atau aku-kamu, karena jujur aja nih ya bukannya sok imut atau apa, aku lebih nyaman pake "aku" dari pada "gue" tapi lebih enak pake "lo" dari pada "kamu". Cerita dikit ya, jadi dari kecil aku sama adekku itu dibiasain buat ngomong aku-kamu ke semua orang, gak hanya ke orang tua, saudara, tapi ke temen juga bahkan stranger. Misalnya ada temen main ke rumah, trus diantara aku atau adekku ngomong ke mereka pake gue-lo, dapat dipastikan sehabis mereka pulang, kita dimarahin haha. Katanya, itu masalah kesopanan, gue-lo itu bahasa kasar, kalau gak dibiasain dari kecil nanti besarnya malah kebawa gue-lo atau bahkan nanti ke anak sendiri ngomongnya gue-lo yang secara harfiah itu udah termasuk ngajarin buat gak sopan. Thats it. Jadi yaa bagi kalian yang kenal aku di dunia nyata, jangan heran kalau aku manggil kalian aku-kamu walau udah SMA gini dan ke cowok sekalipun TAPI biasanya ke cowok yang udah akrab doang HEHE, kalau yang biasa aja atau bahkan gakenal pasti pake gue-lo HEHE. Jadi, sorry kalau selama ditulisan ini, sebelumnya, atau selanjutnya, bahasanya campur-campur hehe.

Pernah gak sih, kalian bener-bener punya waktu luang, tapi diwaktu luang itu kalian merenung tentang kehidupan kalian, semerenung itu deh seserius itu. Kalian mikirin tentang apapun yang terjadi di hidup kalian. Dan renungan paling pertama muncul adalah tentang kasih sayang. Pernah gak sih lo mikir, kasih sayang yang orang-orang sekitar lo kasih ke lo itu udah cukup apa belum? Entah itu orang tua, kakak-adek, teman dekat, pacar atau bahkan tetangga.
Jadi, sekitar beberapa minggu yang lalu, aku merenung, mikir, mikir keras deh. Gaada niat buat mikir apapun tapi karena bengong, jadi sampe deh ketahap itu tadi - merenung, mikir, mikir keras - tentang hidupku. Tentang sesuatu yang Tuhan kasih ke aku. Ternyata, kalau dipikir-pikir, alhamdulillah banget, aku punya segala kasih sayang yang aku butuhin. Aku dapet kasih sayang dari orang tua yang alhamdulillah banget lengkap. Kalau kata sebagian besar temen-temenku bilang, mama sama papaku itu baik orangnya dan mereka mau ikut repot-repot buat temen-temenku yang minta bantuan mereka. Bodohnya aku, aku gapernah nyadar itu. Orangtuaku bukan tipe orang yang kaku, dan mereka asik (sebenernya) tapi emang aku aja yang dasarnya gak asik HEHE dan aku terlalu menghormati mereka jadi.... yaa kurang bisa dapet keasikannya hehe KECUALI kalau kita lagi kumoul berempat dan adekku udah ngelawak+iseng baru deh cair akunya HEHE. Yaa intinya, aku bener-bener dapet kasih sayang dari orangtuaku plus adekku yang kelewat batu itu
Dan sekarang dari segi saudara. Jujur nih ya, aku gabegitu deket sama sebagian besar saudaraku, kecuali dari keluarga adek-adeknya mama. Sama nenek dari papa sekalipun aku gak deket, hmm bisa dibilang deket yaa yang sekedar antara cucu-nenek biasa gitu lah, dateng ke sana-nurut-bantubantu, yaa kayak semacam sekedar formalitas buat menghormati aja. Dan sedeket-deketnya aku sama saudara itu cuma sama sepupur dari mama - Alam, Lisa, Tiara, Kiki - yaa gitu deh itupun aku paling tua diantara mereka HAHADUH. Oiya sama Mas Ita juga, sepupu dari papa, dan dia itu satu-satunya saudara dari keluarga papa yang deket sama aku. PADAHAL, kalau dipikir-pikir, mereka semua itu sayang sama aku yaa layaknya "saudara" beneran bukan kayak aku yang anggep semua itu cuma formalitas yang perlu dihotmati dan dijaga tali silahturahminya. And what? Aku dapet kasih sayang yang aku - secara gak sadar - butuhkan (lagi).
Dan selanjutnya, dari teman. Yeah aku punya banyak teman, alhamdulillah. Tapi, sebenernya, aku itu orangnya ansos - anti sosialisasi - hmm susah bergaul gitu deh, karena yaa kayak yang tadi aku bilang, aku itu bukan tipe orang yang asik dan gampang akrab sama orang gitu deh. Dan kebanyakan orang tuh pasti gak betah dideket aku karena aku gabanyak ngomong dan... gatau juga woy apa yang mau diobrolin, kalau kata Icul "Pati jadi awk banget gitu" hahaha. Alhasil, pasti yaa gitu-gitu doang deh. Tapi, mereka yang udah akrab sama aku, alhamdulillah betah HAHAHA soalnya aku suka lemot tibatiba:(. Dari banyak kejadian dan masalah aku sama berbagai macam temen-temenku, aku (lagi-lagi) bersyukur kalau ternyata mereka sayang sama aku dan aku mendapatkannya.
Hmmm dan ini yang banyak dicar-cari orang, dari pacar. Yess, I have boyf HAHAHA:p. Dan Tuhan ngasih aku gak nanggung-nanggung, yaitu seorang yang berzodiak cancer, yang katanya seorang penyayang paling ulung dan setia. Kebayangkan gimana rasanya? Ada orang bener-bener nyayangin lo padahal dia bukan bagian dari keluarga lo, yang ngejaga lo kayak papa lo ngejaga lo, yang bener-bener ngelindungin lo secara langsung ataupun gak langsung. Dan itu dia! OMG HAHA:( . Dan untuk kesekian kalinya, aku bilang alhamdulillah dan aku bersyukur.

Indah ya? Iya keliatannya indah banget. Dapet kasih sayang lengkap dari semua orang. Tapi lo tau? Aku selalu ngerasa hidupku ruwet dan kacau, walaupun sebenernya aku sadar aku punya semua itu. Tau apa yang bikin kacau? Mindset otak ku. Mungkin kalau kalian liat dikenyataan, aku orang yang gak berpendirian, apalagi kalau menyangkut masalah orang lain atau pokoknya yang berhubungan dengan orang lain deh, aku bener-bener gak berpendirian. TAPI kalau masalah buat diriku sendiri, aku itu batu keras, aku akan berpegang sama satu prinsip, satu sudut pandang, satu pola pikir, dan siapapun dia gaakan bisa ngerubah itu - sesama makhluk hidup ya yang ku maksud.
Pikiranku bener-bener gabisa diajak kompromi kalau udah nyangkut buat diriku sendiri, aku sadar harusnya aku bisa ngendaliin itu tapi apaya.... like you have two lives in one body. Yagitu. Itu sumber masalahku, kenapa aku gabisa 'cukup' bahagia karena udah punya yang menurutku itu adalah sumber kebahagian.
Oke mungkin kalian bingung aku cerita apa, aku juga bingung gimana ngejelasinnya HEHE.
Sekarang aku cuma bisa bilang, let it flow, ikuti aja kemana waktu dan dunia ngebawa kamu, kemana pun itu, karena itu pasti hal yang terbaik yang Tuhan kasih buat kamu tapi tetep dengan syarat berusaha dan berdoa.
Dan buatku pribadi, soal interaksi aku dengan teman-temanku, terutama teman deket, misalkan aku punya masalah sama mereka, aku minta maaf dan sisanya aku biarin semuanya mengalir gitu aja sesuai yang otakku perintah, gitu.
Sekian. Thankiss! 

Jumat, 24 Januari 2014

Kafein?

Kafein?


Apa yang ada dipikiran kalian kalau denger atau baca kata "Kafein"? Kopi? Atau minuman bikin melek? Atau begadang?Yaa kurang lebih itu lah yaa.
Aku mau share info-info tentang kafein nih, disimak yaa!

Kafeina, atau yang biasa dikenal kafein, adalah senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal dan berasa pahit yang bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif, diuretik ringan, dapat mengusir rasa kantuk secara sementara dan meningkatkan kewaspadaan.
Kafein itu zat psikoaktif yang paling banyak dikonsumsi di dunia, karena kafein legal dan tidak diatur oleh hukum di hampir seluruh yuridiksi dunia.
Kafein sendiri banyak dijumpai pada biji kopi,  daun teh, buah kola, guarana, dan maté. Pada tumbuhan, kafein berperan sebagai pestisida alami yang melumpuhkan dan mematikan serangga-serangga tertentu yang memakan tanaman tersebut. Kafein umumnya dikonsumsi oleh manusia dengan mengekstraksinya dari biji kopi dan daun teh.
Dilaporkan bahwa kadar kafeina yang tinggi dijumpai pada semaian yang baru tumbuh dan ditemukan pada tanah disekitar semai biji kopi. Diketahui bahwa ia berperan sebagai penghambat perkecambahan yang menghambat perkecambahan semai kopi lain di sekitarnya, sehingga meningkatkan tingkat keberlangsungan hidup kecambah kopi itu sendiri.

1. Kopi



Kalian tau? Sumber utama kafeina dunia adalah biji kopi. Banyak orang bilang kopi itu tidak sehat dan berbahaya karena mengandung kafein. Ya memang benar, tetapi, itu tergantung dari kandungan kafein didalamnya. Kandungan kafeina pada kopi bervariasi, tergantung pada jenis biji kopi dan metode pembuatan yang digunakan. Secara umum, satu sajian kopi mengandung sekitar 40 mg (30 mL espresso varietas arabica) kafeina, sampai dengan 100 mg kafeina untuk satu cangkir (120 mL) kopi. Umumnya, kopi dark-roast memiliki kadar kafeina yang lebih rendah karena proses pemanggangan akan mengurangi kandungan kafeina pada biji tersebut. Kopi varietas arabica umumnya mengandung kadar kafeina yang lebih sedikit daripada kopi varietas robusta.

2.  Teh

 Teh merupakan sumber kafeina lainnya. Walaupun teh mengandung kadar kafeina yang lebih tinggi daripada kopi, umumnya teh disajikan dalam kadar sajian yang jauh lebih rendah. Kandungan kafeina juga bervariasi pada jenis-jenis daun teh yang berbeda. Teh mengandung sejumlah kecil teobromina dan kadar teofilina yang sedikit lebih tinggi daripada kopi. Warna air teh bukanlah indikator yang baik untuk menentukan kandungan kafeina. Sebagai contoh, teh seperti teh hijau Jepang gyokuro yang berwarna lebih pucat mengandung jauh lebih banyak kafeina daripada teh lapsang souchong yang berwarna lebih gelap.

3. Coklat

 
Coklat yang didapatkan dari biji kakao mengandung sejumlah kecil kafeina. Efek rangsangan yang dihasilkan oleh coklat berasal dari efek kombinasi teobromina, teofilina, dan kafeina. Coklat mengandung jumlah kafeina yang sangat sedikit untuk mengakibatkan rangsangan yang setara dengan kopi. 28 g sajian coklat susu batangan mengandung kadar kafeina yang setara dengan secangkir kopi yang didekafeinasi.



Dan mungkin selama ini yang kalian dengar hanya pengaruh buruk kafein, tetapi sebenarnya ada juga manfaat dibalik keganasan kafein. Ini ada beberapa manfaatnya, antara lain:
-Mencegah gigi berlubang -Mengurangi derita sakit kepala -Melegakan nafas penderita asma -Membuat badan tidak cepat lelah -Meningkatkan rasa riang, membuat kita merasa lebih segar & energik -Mengurangi resiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis) -Meningkatkan penampilan mental & memori karena kopi dapat merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaganya : rangsangan, mood & konsentrasi -Menangkal radikal bebas & menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA

Read more at http://uniqpost.com/38826/manfaat-kafein-bagi-kesehatan/
- Mencegah gigi berlubang
- Mengurangi derita sakit kepala
- Melegakan nafas penderita asma
- Membuat badan tidak cepat lelah
- Meningkatkan rasa riang, lebih segar dan energik
- Mengurangi risiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis)
Dan lain-lain lagi.

Tetapi, memang kadar kafein per hari yang kita konsumsi itu ada batasnya. Jumlah kafein yang disarankan tidak lebih dari 400mg per harinya. Karena itu, pintar pintar lah mengatur asupan bagi tubuh kita! Merci! :D


 
-Mencegah gigi berlubang -Mengurangi derita sakit kepala -Melegakan nafas penderita asma -Membuat badan tidak cepat lelah -Meningkatkan rasa riang, membuat kita merasa lebih segar & energik -Mengurangi resiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis) -Meningkatkan penampilan mental & memori karena kopi dapat merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaganya : rangsangan, mood & konsentrasi -Menangkal radikal bebas & menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA

Read more at http://uniqpost.com/38826/manfaat-kafein-bagi-kesehatan/
-Mencegah gigi berlubang -Mengurangi derita sakit kepala -Melegakan nafas penderita asma -Membuat badan tidak cepat lelah -Meningkatkan rasa riang, membuat kita merasa lebih segar & energik -Mengurangi resiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis) -Meningkatkan penampilan mental & memori karena kopi dapat merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaganya : rangsangan, mood & konsentrasi -Menangkal radikal bebas & menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA

Read more at http://uniqpost.com/38826/manfaat-kafein-bagi-kesehatan/

Jumat, 17 Januari 2014

Sebuah Moment (1)

Satu kata yang sulit terucap
Hingga batinku tersiksa
Tuhan tolong jelaskanlah
Perasaanku berubah jadi cinta
Zigas - Sahabat Jadi Cinta
Dret dret dret
Getaran hp Flo membuyarkan lamunannya sendiri. Tanpa minat, Flo membuka Whatsapp yang baru saja diterima.
 
Caca: Flo! Liburan akhir tahun! Liburan terakhir kita sebelum masa susah disemester 6:(  Rencana kemana?
Flo: Ngedekem di rumah kali, Ca.
Caca: Pantai yuk! Sama anak-anak sd seru tuh kayaknya....
Flo: Ayok dah. Kumpulin aja dulu, omongin.
Caca: Rumahku, sore ini, kutunggu yaa!

Gagallah rencananya sore ini untuk duduk-duduk di balkon sambil santai minum kopi dan baca novel yang baru dibelinya kemarin malam. Flo, Flovanda Shafira, cewek dengan rambut hitam sebahu yang selalu dibiarkan tergerai ini punya segudang teman. Tapi, ya namanya teman, siklusnya pasti datang-dekat-jauh-pergi-datang-butuh-selesai-pergi, ya itulah kurang lebihnya. Jarang ada 'teman' yang bikin dia leluasa jadi dirinya sendiri, sekalipun dia sudah dianggap jadi bagian mereka, karena bagi Flo, Banyak teman itu boleh, berbuat baik itu harus, tapi jadi diri sendiri itu pilihan. Dan pilihan yang selalu ia tuju adalah teman sd. Seberapapun jauhnya dan banyaknya mereka, kalau udah kumpul sama mereka pasti lupa lautan karena daratan aja udah lewat.

Jam dinding menunjukan pukul 3 sore, itu artinya sudah 3 jam Flo melamun setelah selesai makan siang. Rumah Caca bukanlah tempat yang jauh, tapi Flo belum mandi seharian ini dan itu pasti akan memakan waktu lama. Dengan gesit, Flo memasukan notebook, dompet, dan powerbanknya sebelum Flo mengambil handuk dan mandi.


***
"Jadi kemana nih kita, Ca, Flo?" tanya Rinda. Yang kumpul sore ini, Felli, Dhia, Yuni, Caca, dan Flo, hanya menggeleng kepala.

"Ini mah unjung-ujungnya pasti kalo gak Penvil, yaa Ragunan." keluh Rinda.

"Flo, biasanya lo ada ide bagus kalo soal kumpulin anak sd gini?" celetuk Felli.

"Tadi Caca usul, pantai gimana? Saran aku sih nginep gitu berapa hari."

"Lo mau ngurusin, Flo? Gue sih ogah, ribet," komentar Dhia.

"Iya aku urusin, tapi bantuin share, oke?"

Akhirnya semua meng-iya-kan saran Flo dengan syarat ia yang harus mengurus semuanya. Tapi Flo tau, ia tidak akan benar-benar mengurus semuanya sendiri, mereka gak akan setega itu. 

Sebenarnya, bukan hal sulit untuk mengurus penginapan, transportasi hingga makanan, tapi yang bikin pusing itu, tidak pasti berapa jumlah anak yang akan ikut. Setiap mereka ditanya pasti rata-rata jawab "Gampang, lo atur aja.", "Dateng, tapi gua gaada duit." atau "Iya tapi gratis ya? Hehe." Jadi inti masalahnya adalah.... Uang.

Sore itu juga, Flo, dengan dibantu Caca, membuat rancangan dan rincian kasar. Mulai dari browsing cottages, biaya yang harus dikeluarkan dan masalah makan. Flo dan Caca berkutat dengan notebook masing-masing sembari ditemani oleh beberapa coklat dan ciki yang ditinggalkan teman-temannya tadi.

"Ca! Aku dapet! Yeah murah, see!" pekik Flo sehingga mengundang lirikan tajam dari kakak Caca yang duduk tidak jauh dari mereka, yang dilirik hanya bisa nyengir kuda.

"Nih ya, Ca, dengan harga segini, kita bisa dapet cottage tingkat dengan 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 dapur, dan 1 ruang keluarga. Terus kita berangkat Senin pagi, pulang Rabu siang." tutur Flo dengan memelankan suaranya.

"Oke, terus makanan? Patungan berapa-berapa? Yang worth it ya, Flo... Kamu tau sendirikan mereka gimana..."

"Pasti! Soal makan, setiap siang sama malem makan beli diluar aja biar gak repot, kalau pagi baru kita bikin nasi goreng atau mie goreng. Bahan-bahannya beli disana aja, kita tinggal bawa kompor, gas sama penggorengan doang, piring beli plastikan aja. Patungannya 70ribuan, kalau yang cowok gak ada segitu kasih 55ribu aja. Mentok, gak boleh nawar. Dan kendaraan, itu tergantung yang ikut. Kita pawai aja, lebih seru. Bawa mobil sama motor." jelas Flo yang mengundang anggukan dari Caca.

"Ada yang kurang, Ca?" tanya Flo sambil membereskan barang-barangnya dan memasukkannya kedalam tas.

"Kayaknya segini dulu aja. Kita share besok, kalo ada yang bisa malah kumpul lagi kesini."

"Oke, aku pulang dulu, Ca. Bye!"

Sesampai Flo di kamarnya, bukannya langsung tidur, tapi malah baca novel yang tidak jadi disentuhnya tadi sore. Novelers, itu sebutan teman-teman rumahnya buat Flo, dan hal itu juga yang bikin mama ngomel karena minus matanya yang udah jauh dari kata normal, 4.5, kurang gede apa? Sedangkan dia masih duduk di kelas 12 SMA. Entah karena dorongan apa, Flo menyempatkan diri untuk membuka akun twitternya.

Ah dia! Udah jam segini, jelas aja dia nongol.

Jam beker disebelah tempat tidurnya sudah menunjukkan pukul 00.06 dan Flo masih senyum-senyum memerhatikan timeline orang itu. Suasana malam memang selalu membuat siapapun terlarut dalam pikiran masing-masing, beragam emosi muncul setelah malam hari, dengan emosi sendu dan tenang lah yang lebih mendominasi. Kalau kata anak jaman sekarang, galau. Apalagi kalau ditambah dengan lagu yang sesuai hati. Lengkap. Dan malam ini pun Flo tertidur dengan lagu First Love-nya Nikka Costa

It's my first love
What I'm dreaming of
When I go to bed
When I lay my head upon my pillow

***
"MA!! MA!! AHH AKU TELAT!!" teriak Flo, "Mamaaaa!"

"Apasih, Flo? Huh, ini libur tau, huh, masih pagi tau, huh, masih jam 6 tau," ujar mama yang terengah-engah setelah melompati beberapa anak tangga dengan cepat.

"OH IYA! Duh maaf ma, Flo lupa hehe," keluarlah cengiran kuda khasnya.

"Yaudah mama kebawah lagi, siapin sarapan. Kamu jangan tidur lagi, udara diluar sejuk tuh." ujar mama sambil membuka jendela dan pintu yang menghadap ke balkon.

Kamar Flo yang luasnya sekitar 4x4 meter ini punya balkon yang menghadap ke taman belakangnya. Pemandangan yang biasa dilihat kayak di film-film, kolam renang yang cukup luas dan taman kecil dengan jalan setapak menuju ruang berdinding kaca yang biasa digunakan keluarga ini untuk berolahraga, ya semacam gym kecil-kecilan. Flo biasa bersantai di balkonnya untuk menulis, membaca novel, atau hanya untuk sekedar mencari angin sambil melihat saudara-saudaranya beraktivitas dibawah sana. Ia termasuk anak pendiam di keluarga besar ini. Cukup besar karena keluarga ini memiliki 5 orang anak, dan Flo berada diposisi terbawah, anak buntut, karena itu ia paling banyak diberi fasilitas, alias dimanja, tapi itupun tidak membuat Flo menjadi manja. Dua kakaknya yang paling tua, Fredi dan Feris, sudah menikah dan masing-masing punya 1 anak. Lalu kakak ketiganya, Findira, kuliah semester akhir di Universitas Milano, Milan, Italia. Lalu kakak terakhirnya, Frecia, paling gaul dan paling cerewet diantara Findira dan Flovanda, dan ia adalah mahasiswa semester 3 di FISIP UI. Flo pun tidak mau kalah dengan kakak-kakaknya, ia sedang mengincar beasiswa di Universitas Zurich, Zurich, Swiss. Buat masalah otak, gak usah diraguin lagi, Flo kadang dipanggil ensiklopedia berjalan sama teman-teman sekolahnya.
Kulit coklat yang sama persis dengan bola matanya, wajah manis, lesung pipi sebelah kanan, berkacamata, otak encer, baik hati dan ramah walau pendiam. Kurang apa? Banyak cowok tertarik sama pesona Flo, bahkan gak jarang yang nyatain cinta, tapi Flo? Gak ada satupun yang nyantol. Flo malah asik bermain di permainan waiting for nothing-nya itu.

Dret dret dret

Flo hanya diam memandangi pemandangan dari balkonnya tanpa minat mengambil hp yang diletakkan di meja balkon itu.

Dret dret dret

Dret dret dret

3 new messages

Caca: Flo, ke rumahku jam berapa?
Felli: Gue sama Rinda mau keliling rumah anak-anak ya, nyamper+nanya. Baru ke rumah Caca.

Dan yang ketiga, bikin udara sekitar Flo seakan abis.
Arkan: Flo, bawa mobil gak ke rumah Cacanya? Jemput gua dong! Hehe:p

Arkan? Err....

***
Tin tin tin

Macet. Satu kata buat deskripsiin Jakarta. Sekalipun lagi libur sekolah, tapi masih tetep aja macet. Iya, disini lah Flo dua jam kemudian. Terjebak macet diruas-ruas jalan Rasuna Said. Arah rumah Arkan. Jelas ini salah. Alam bawah sadarnya yang memilih meng-iya-kan pertanyaan Arkan. Jelas ini salah, batin Flo. Ia memang tidak berusaha untuk ehm move on, tapi ia juga tidak berusaha untuk mengerjarnya. Flo hanya memilih diam dan mengikuti arah waktu. Dan itu membuatnya melakukan ini, bencana bagi pikirannya karena ia sekarang terjebak dalam ruang nostalgia. Oke, ralat, ruang kenangan. Kalau nostalgia kayaknya terlalu tua. Pasalnya, Flo sekarang sedang mengenang kenangannya dengan Arkan yang dulu sangat menyenangkan, bukan sebagai pacar, bukan, tapi sebagai teman dekat, temang sangat dekat. Dan jarak mereka sekarang? Nothing. Benar-benar tidak ada apa-apanya bila dibandingin dulu dan Flo sangat sangat merutuki penyebab long distance ini.

Sesampainya didepan rumah Arkan, Flo mengatur detak jantungnya dengan merapikan rambut dan membetulkan posisi kacamatanya. Lalu mengirim sebuah pesan.

Flo: Depan rumah nih, Ar.
Arkan: Oke, bentar!
Flo: Buruuu

Dan 15menit kemudian baru Arkan muncul dengan kaos Djakarta-nya dan jeans hitam selututnya. Ahya! Tak lupa sepatu converse hitamnya. Santai dan masih gak berubah, batin Flo.

"Hehehe lama ya?" Arkan membuka pintu penumpang disebelah kemudi dan melemparkan cengiran khasnya.

"Banget woy! Kayak cewek aja dah L" cibir Flo, sok kesal.

"Hehe, udah cepetan cabut!" itu kata terakhir yang Arkan katakan sebelum ia terbisu.

Keduanya terbisu sepanjang perjalanan, hanya celotehan kak Binda Umar yang terdengar dari radio. Binda Umar adalah salah satu pesiar favorit Arkan. Flo sengaja mengubah frekuensi radionya sejak berangkat dari rumahnya. Entah kenapa ia merasa sangat canggung dengan teman sepermainannya ini. Di radio, mulai terdengar lagu Selamanya Cinta dari D'Cinnamons.

"Lagu jaman kapan nih! Hahaha enak banget bre!" celetuk Arkan tiba-tiba. Dan disambut dengan nyanyian dari Flo dan Arkan. Ya, mereka berdua bernyanyi bersama sambil tertawa. Menertawakan suara sumbang yang mereka ciptakan.

Andaikan ku dapat mengungkapkan perasaanku
Hingga membuat kau percaya
Akan ku berikan seutuhnya rasa cintaku
Rasa cinta yang tulus dari dasar lubuk hatiku

Dan pada bait terakhir, satu bulir tipis jatuh dari mata Flo sebelah kanan. Tersamarkan oleh tawa keduanya yang meledak.

***
"Hai, cewek-cewek!" sapa Arkan dengan cengiran khasnya.

"Eh, Arkan, tumben lo ikutan kumpul sebelum hari H? Kesambet apaan?" celetuk Karin yang sudah sampai duluan. Caca hanya tersenyum, kemudian melirik tajam kearah Flo. Yang dilirik malah sok sok berisul, padahal Flo sama sekali tidak bisa bersiul.

"Yaudah mana sini notebook sama uang yang laen!" sambar Arkan dan diikuti sama beberapa anak cewek. Gak lama, mereka terlarut kedalam itung-itungan dan urusan ini itu yang muter-muter disitu aja. Caca narik Flo ke kamarnya. Flo juga udah ngerti, pasti dirinya mau diintrogasi sama Caca. Pintu kamar ditutup sepelan mungkin. Caca menyenderkan tubuh di pintu sambil melipat tangannya didepan dada. Bahasa tubuh dan matanya menuntut penjelasan.

"Tadi pagi, doi Whatsapp aku, katanya, kalo aku bawa mobil, jemput dia. Yaa, here we go lah." jawab Flo dengan santainya.

"Hahaha, sok santai dah Flo. Saltingnya keliatan banget bre." jawab Caca dan meneruskan, "So? Masih nunggu ya?" tusuk Caca dan itu sangat tepat sasaran karena bikin Flo diam ditempat. Speechless. Temenan 9 tahun sama Caca jelas gak bisa bikin Flo bisa bohong dan menghindar. Caca tau luar dalam Flo. Apalagi buat urusan yang satu ini, Arkan. Awalnya Caca ketawa begitu dengar pengakuan Flo soal perasaannya ke Arkan, tapi Caca gak heran, yang namanya cewek sama cowok gak akan bisa benar-benar dekat murni temenan, itu yang Caca yakini dan terbukti, pertemanan Flovanda-Arkan yang telah berjalan sepanjang tk-sd-smp bahkan sekarang sma masih berteman walau... you know, mereka udah gak sedekat dulu, dan bila ditotalin, uhm, 14 tahun. Dengan rincian, 11 tahun teman dekat, 3 tahun sisanya itu teman jauh, malah bisa dibilang stranger kalau dia tadi gak datang bareng Flo.

"Tuh kan, melamun! Hush!" Caca melambai-lambaikan tangannya persis didepan muka Flo.

"Udah yuk, Ca! Lanjut nanti aja, ntar dicurgain lagi kita." alih Flo dan segera dibukanya pintu kamar.

"Nih, Flo, liat! Hasil karya kite, hehe." sapa Arkan beserta cengirannya.

"Ah, aku kira kalian ngomongin buat acara kita, eh gataunya edit foto." cibir Flo yang diikuti jitakan dikepala Arkan.

"Lagian, udah jelas juga kan? 70ribu tiap anak, Senin, pukul 7 kita berangkat dari rumah Flo, biar lebih gampang. Rabu pulang. Flo sama Shita bawa mobil, jadi kompor, gas, penggorengan sama karpet bisa ditaruh di mobil." ulang Caca untuk memperjelas.

"Yang ikut rame gak yaa...." Felli mengandai-andai dan yang lain hanya mengangguk.

"Cabut, yuk! Udah fix kan nih? Ohiya, Flo, gua balik bareng Felli aja ya? Mau ke rumah om di buncit nih hehe, thanks banget nih." oceh Arkan.

"Oke, no problem. Aku juga mau cari snack dulu. By the way, aku duluan ya guys! See you!" ucap Flo dengan terburu-buru. Hanya Caca yang bisa menangkap gelagat Flo yang lagi gak karuan perasaannya.

Sesampai Flo di rumah, ia langsung pergi ke balkon. Butuh udara segar untuk me-refresh pikiran dan perasaannya yang kacau. Kenapa harus Felli dan kenapa aku harus peduli, batin Flo.

Arkan. Ramadhani Arkan Gaudi. Nama Arkan selalu mengingatkan Flo akan arsitek terkenal dari kota Reus di Spanyol, Antoni Gaudi. Nama yang mudah dikenang, pikir Flo selalu. Cowok dengan rambut hitam berantakan ini punya mata hitam yang sejernih kucing tapi dengan tatapan yang setajam elang. Tingginya gak lebih dari 170 cm, punya gaya yang tengil dan terkesan selengean tapi friendly banget sama siapa pun. Dia itu pengidap insomnia akut, mangkanya dulu Flo sering banget begadang buat nemenin dia, entah nonton bola, makan, atau sekedar ngobrol sampai ngantuk. Semua dilakukan emang via sms atau social media sih, karena jarak rumah mereka yang jauhnya gak ketolongan. Arkan gak suka sama cewek yang lebay dan terkesan manja tapi faktanya hampir semua mantannya kayak gitu, kecuali mantan terakhirnya, tomboi. Di junior high school-nya, Flo dan Arkan terkenal dengan pasangan yang klop banget, bukan klop sebagai pacar, tapi benar-benar klop sebagai patner. Banyak yang iri sama mereka, terutama sama Flo, karena Arkan itu salah satu cowok incaran cewek-cewek di sekolahnya. Pernah suatu hari, Flo digosipin suka sama Arkan, Flo gelagapan menanggapi komentar-komentar gosip itu yang langsung dituduhkan ke dirinya, dan malam itu pula Arkan marah kepada Flo karena gosip itu. Padahal itu bukan salah Flo, kan? Ya begitu lah, Arkan takut itu benar-benar terjadi...

Sampai pada akhirnya, pertemanan Flo sama Arkan hancur karena Arkan tau bahwa Flo benar-benar punya rasa sama Arkan, rasa yang lebih dari pertemanan itu sendiri, rasa yang selalu Arkan hindari, rasa yang seharusnya gak boleh terjadi dalam 'pertemanan mereka'. Arkan memutuskan kontak mereka berdua karena kecewa sama Flo. Flo pun gak bisa menghindar karena memang itu semua benar. Dan Flo menyesali itu. Dengan susah payah Flo membiasakan diri, selama 3 tahun terakhir ini, tanpa kontak apapun dengan Arkan. Satu yang ia syukuri, mereka berdua tidak satu sekolah lagi, Flo di sekolah menengah atas dan Arkan di sekolah menengah kejuruan. Karena itu, Whatsapp tadi pagi benar-benar mengguncang pertahanan Flo.

***
"Udah kumpul semua belum? Coba tanya-tanyain yang lain deh." tanya Flo pagi ini. Jam sudah menunjukkan pukul 07.07. Harusnya, mereka sudah berangkat 7 menit yang lalu. Sekarang sudah ada 2 mobil, Honda Civic merah milik Flo dan Avanza hitam milik Shita. Dan 4 motor, masing-masing millik Dodi, Andri, Ikhsan, dan Arkan. Total anak yang sudah kumpul ada 19 orang.

"Eh woy! Liat tuh siapa lagi yang dateng! Naik motor dia coy! Hahaha." seru Andri yang mengejutkan semua yang sedang berberes-beres.

Dean? batin Flo.
"Woy, Dean! Hahaha apa kabar lo? Ikut nih? Huhuuy!" sorak Dodi yang disambut pelukan oleh semua teman-teman kepada Dean. Semua anak, kecuali Flo.

"Cailaah, diem aje lo, Flo! Hahaha speechless atau seneng?" ledek salah satu dari mereka.

"Nervous kali tuh!" ledek yang lain. Dan Flo hanya bisa tertawa menanggapinya, lalu menyalami Dean yang masih dirangkul oleh Dodi. Semua teman-temannya bersuit-suit saat Flo dan Dean bersalaman. Saling tersenyum walau rasanya awkward.

"Udah yuk jalan, udah mulai panas nih." Caca menengahi ke-awkward-an itu.

"Woy yang di mobil, ntar gantian yak sama yang naek motor, pegel coy!" celetuk Dodi.

"Ogah! Mangkanye bawa mobil dong dod, naek derajat dikit kek!" sambar suara cempreng Shita yang diikuti suara tawa semua anak.

"Woy, Dri, pacaran mulu lo! Jalan!" seru dari salah satu anak cowok dan yang diledekin hanya tertawa saja.

Berangkatlah mereka. Dengan tawa dan ledekan dimana-mana. Semua senang dan moment ini lah yang sangat mereka tunggu-tunggu, khususnya Flo.Mengenang masa-masa kebersamaan mereka semua saat sd. Masa dimana kita hanya bisa tertawa dan bermain. Benar-benar murni, tanpa ada beban apapun.

Kita bermain-main
Siang-siang hari senin
Tertawa satu sama lain
Semua bahagia semua bahagia
Sherina - Ku Bahagia

*** 
"Gila! Tempatnya enak banget coy! Gila lo Flo, dapet aja huueeuu!" ujar Andri sambil merangkul Flo.

"Iyalah, aku! Hahaha. Udah sekarang barang-barangnya taruh di kamar yaa. Kamar yang kiri buat cowok yang kanan buat cewek, okee?" ucap Flo sambil membenahi letak kacamatanya dan mengambil tas ranselnya.

Cottages yang mereka sewa, terdiri dari 2 lantai. Lantai dasar yang berisi ruang keluarga, dapur kecil, dan satu kamar mandi. Di lantai atas, terdapat 2 kamar tidur, 1 kamar mandi dan 1 pintu kearah balkon yang menghadap ke pantai. Pintu belakang rumah itu menghadap ke pantai. Cottages yang sangat pas buat liburan terakhir ini.

"Neng, bengong aje! Ntar kesambet setan siang bolong loh!" colek Dodi kepada Caca, hanya dibalas pukulan kecil ke lengan Dodi.

"Ngeliatin siapa sih neng?" mata Dodi mengikuti arah mata Caca. "Ohh! I see! Hahaha he always looks like prince kesasar yekan?" goda Dodi yang masih menunggu reaksi dari sang neng.

"Haha apasih, Dod. Tapi iya sih, dia kayak pangeran kesasar. Mau aja main sama rakyat jelata kayak kita." balas Caca yang masih menatap prince-nya.

"Dia sama lo sebanding, neng. Dia charming dan lo beautiful. Dia handsome dan lo pretty. Dia nunggu dan lo juga nunggu. Pas deh tuh."

"Maksud lo? Dia nunggu gue?" tanya Caca yang akhirnya melepas pandangannya dan menatap lawan bicaranya, keningnya mengkerut. Dodi hanya angkat bahu dan pergi bergabung bersama teman-teman yang lain.

Caca dan Ikhsan. Mereka berdua tidak pernah sadar kalau diri mereka selalu jadi public centre karena wajah mereka. Caca, kulit putih, rambut hitam panjang dengan ikal dibagian bawah, tahi lalat disebelah kanan dagunya, bibir mungil yang seolah-olah membuatnya selalu tersenyum. Ikhsan, tinggi, kulit putih, rambut hitam kecoklatan yang selalu cepak berantakan, dagu sedikit lancip, bibir tebal, mata bulat dengan coklat yang menenangkan. Yang satu cantik, yang satunya lagi ganteng. Mereka sama-sama menarik. Dan sama-sama tertarik satu sama lain, tapi benar-benar tidak ada yang berani memulai.

... malam harinya

"Njir kenyang bet gua! Mantep dah makanan disini!" ujar Rizan sambil mengelus-elus perutnya yang terasa penuh. Mereka semua sedang bersantai di ruang keluarga. Jam dinding menunjukkan pukul 8 malam dan angin kencang diluar yang membuat mereka malas kelayapan.


"Eh woy jangan diganti dong channel-nya! Itu yang tadi bagus tuh filmnya." protes salah satu diantara mereka dan disambung celetukan-celetukan ringan oleh yang lain. Arkan yang baru selesai membuat kopi hitam lalu menuju balkon atas, agak malas bergabung dengan teman-temannya, ia sedang ingin menikmati kopinya dengan ketenangan.Di balkon ada seseorang, dari belakang saja Arkan sudah bisa menebak siapa cewek itu.

"Sendirian aje neng" sapa Arkan dengan senyum usil yang menyembunyikan keterkejutannya akan wajah cewek ini. Natural banget, coba dia gak pake make up terus kayak gini, batin Arkan.

"Hehehe enak anginnya yaa disini, beda kayak di Jakarta" jawab cewek cantik ini.

"Yailah lo bandingin sama Jakarta. Gua aja yang dari lahir disono empet banget." ujar Arkan dan hanya diikuti dengan senyuman si cewek.

"Kenapa lo? Tumben diem, belom minum obat yak?" dengan herannya Arkan bertanya sampai mengerutkan kening. Dan dimulailah cerita cewek ini tentang seorang cowok yang ia tunggu kabarnya. Mereka sedang terlarut dalam cerita yang seru ketika sebuah teriakan mengagetkan mereka.

"Woy semua! Ada yang mojok berduaan neeehh!" teriak Andri dari ujung tangga dan diikuti suara grudak-gruduk kaki yang penasaran.

"Cailaaaaah, ce-el-be-ka nih cerita? Curutt curutt" goda Rizan dan langsung diikuti sorakan-sorakan dan suara tawa yang lain. Caca yang melihat itu langsung turun ke dapur.

"Flo! Diatas pada rame noh, Arkan-Felli. Mereka berduaan aja ternyata dari tadi di balkon" lapor Caca yang ingin memancing reaksi dari Flo.

"Ohyaa? Trus? Kenapa laporan ke aku, Ca?"

"Lo gak penasaran, Flo? Atau lo udah tau?" tangan Caca mulai dilipat didepan dada yang menandakan ia mulai kesal. Flo tau, Caca kesal karena Flo selalu berpura-pura dan tidak pernah jujur, selalu menutup-nutupi apapun.

"Sampe kapan mau kayak gini, Flo?" Selesaiin lah..." ucap Caca dengan nada yang lebih rendah.

"Apa yang mau diselesaiin sih, Ca? Wong gak ada apa-apa dari awal."

"Iya emang gak ada, tapi kelakuan kalian ngebuat semuanya jadi ada dengan nyata. Dan gak akan pernah benar-benar bisa clear kayak yang kalian berdua sedang lalukan." ucap Caca makin pelan tapi tajam. Dan Caca pun meninggalkan Flo yang sengan termangu.

Kenapa kita gaboleh jatuh hati sama sahabat sendiri sih..... Batin Flo.




......


Sabtu, 07 Desember 2013

Beberapa Fakta Mandela

JOHANNESBURG- Nelson Mandela selama ini lebih dikenal sebagai tokoh perjuangan yang sangat getol membela kaum kulit hitam. Sepanjang hidupnya, terutama ketika muda, Mandela lebih banyak menghabiskan waktu untuk berjuang. Tidak banyak yang bisa dikorek mengenai pria yang baru saja meninggal di usia 95 tahun tersebut. Terutama mengenai kehidupan pribadinya.

Laman ABC News, Jumat (7/12) menulis, ada lima fakta yang selama ini memang sangat jarang diketahui public. Berikut adalah lima fakta yang dibeberkan ABC News.

1. Satu pengunjung setiap tahun
Mandela menghabiskan 30 tahun hidupnya di dalam penjara. Pemerintahan Afrika yang menjunjung politik apartheid melabelinya sebagai pemberontak dan teroris. Dalam kurun waktu 1968-1982, Mandela dibuang ke Pulau Robben. Di tempat itu, Mandela dipaksa melakukan kerja paksa, termasuk menghancurkan karang hingga menjadi kerikil. Mandela hanya diperbolehkan menemui satu pengujung dalam setahun. Dia juga hanya boleh menerima surat per enam bulan. Meski dengan keterbatasan, Mandela bisa menyelesaikan sarjana hukumnya.

2. Apalah arti sebuah nama?
Ketika lahir, Mandela diberi nama Rolihlahla Dalibhunga Mandela. Dalam bahasa native Afsel, Rolihlahla berarti cabang pohon yang patah. Namun, pemerintahan colonial mengartikannya sebagai pembuat onar. Dalam biografinya yang berjudul Long Walk to Frredom, Mandela menulis, saat mulai sekolah guru pertamanya Ibu Mdingane memberinya nama dalam bahasa Inggris, Nelson. Namun, Mandela justru mempertanyakan apa arti nama itu.

3. Penyuka babat
Tak ada yang menyangka jika Mandela sangat menggemari babat. Iya, benar. Babat. Cucu Mandela, Ndileka Mandela mengatakan, kakeknya sangat menyenangi babat. Dalam ulang tahunnya, keluarga selalu menyantap Samp dan babat. Samp merupakan makanan yang terbuat dari jagung.

4.Memiliki hari Mandela Day
Selain Hadiah Nobel dan penghargaan sipil tertinggi lebih dari selusin negara, termasuk Amerika Serikat, Mandela memiliki hari yang diakui secara internasional untuk menghormatinya. Dengan Keputusan Majelis Umum PBB, 18 Juli adalah Mandela Day. Itu adalah hari yang digunakan sebagai symbol perayaan kebebasan. Mandela juga menerima lebih dari 60 penghargaan dari universitas di seluruh dunia.

5. Pria penyuka puisi
Mandela merupakan pria yang sangat menyukai puisi. Ketika dalam penjara, Mandela menyukai puisi berjudul Invictus yang merupakan karangan penyair Inggris, William Ernest Henley. Puisi itu sering dibacanya ke sesama rekan di penjara Robben Island. Puisi tersebut memiliki arti untuk tak menyerah dalam keadaan sesulit apapun. Pada 2009, sebuah film dengan judul yang sama diluncurkan. Saat itu, Morgan Freeman menjadi bintang utama. 

(plasamsn.com)

Sepekan Dalam Berita

Mantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela menghembuskan napas terakhir dengan damai di rumahnya di Johannesburg pada Kamis setelah lama menderita infeksi paru-paru, kata President Jacob Zuma (© Jeremy Sutton Hibbert/Rex Features) 

 Mantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela menghembuskan napas terakhir dengan damai di rumahnya di Johannesburg pada Kamis setelah lama menderita infeksi paru-paru, kata President Jacob Zuma. Dia berusia 95 tahun. Mandela, presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan sekaligus seorang ikon antiapartheid, bebas setelah dipenjara selama 27 tahun untuk membantu membimbing Afrika Selatan melalui pertumpahan darah serta guncangan menuju demokrasi.

Mantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela menghembuskan napas terakhir dengan damai di rumahnya di Johannesburg pada Kamis setelah lama menderita infeksi paru-paru, kata President Jacob Zuma (© Jeremy Sutton Hibbert/Rex Features)

Raja Thailand Bhumibol Adulyadej meminta rakyatnya untuk melakukan tugas mereka demi kebaikan negara itu dalam sebuah pidato ulang tahun pada Kamis, namun menghindari rujukan langsung terhadap guncangan politik terbaru yang terjadi di jalanan di Bangkok. Para demonstran mencoba untuk menggulingkan pemerintah Perdana Menteri Yingluck Shinawatra dan lima orang tewas dalam bentrokan tersebut selama satu pekan terakhir. Dalam foto ini, Shinawatra (di tengah atas pada foto) bergabung dengan yang lainnya untuk mengucapkan doa sambil memegang lilin saat perayaan ulang tahun raja mereka yang tercinta pada 5 Desember 2013.
.
Mantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela menghembuskan napas terakhir dengan damai di rumahnya di Johannesburg pada Kamis setelah lama menderita infeksi paru-paru, kata President Jacob Zuma (© Jeremy Sutton Hibbert/Rex Features) 

Polisi Ukraina pada Kamis memberikan waktu lima hari kepada para demonstran untuk meninggalkan gedung-gedung publik yang mereka duduki dalam protes untuk menentang sebuah pergeseran kebijakan pemerintah terhadap Rusia. Para menteri Uni Eropa di sebuah konferensi keamanan Eropa mendesak otoritas Ukraina untuk menemukan sebuah penyelesaian damai guna mengakhiri konfrontasi tersebut. Dalam foto ini, seorang pria berlutut ketika polisi antihuru-hara berjaga di dekat gedung administrasi kepresidenan saat sebuah demo yang diadakan oleh para pendukung integrasi Uni Eropa di Kiev, pada 1 Desember 2013.
Mantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela menghembuskan napas terakhir dengan damai di rumahnya di Johannesburg pada Kamis setelah lama menderita infeksi paru-paru, kata President Jacob Zuma (© Jeremy Sutton Hibbert/Rex Features)

Sedikitnya empat orang tewas dan 63 lainnya terluka, termasuk 11 orang berada dalam keadaan kritis, ketika sebuah kereta angkutan suburban New York keluar dari jalur pada 1 Desember. Kereta yang memiliki tujuh gerbong itu melaju dengan kecepatan 132 km per jam, hampir tiga kali lipat di luar batas kecepatan untuk melewati jalur yang menikung ketika keretanya mengalami kecelakaan, kata para penyidik. Masinisnya mengatakan kepada para penyidik federal bahwa dia “melamun” tidak lama sebelum kecelakaan, kata pemimpin serikat buruh tempat masinis tersebut bergabung.
Mantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela menghembuskan napas terakhir dengan damai di rumahnya di Johannesburg pada Kamis setelah lama menderita infeksi paru-paru, kata President Jacob Zuma (© Jeremy Sutton Hibbert/Rex Features) 

Sembilan orang tewas dan 14 lainnya mengalami luka serius setelah sebuah helikopter polisi jatuh ke atas sebuah atap bar yang dipenuhi orang di Glasgow, membuat banyak orang di dalamnya terjebak oleh debu dan puing-puing, kata kepolisian Skotlandia. Dalam foto ini, para pekerja penyelamat membersihkan bangkai helikopter tersebut pada 2 Desember 2013.

One Direction - Little Things

Your hand fits in mine 
Like it's made just for me 
But bear this in mind 
It was meant to be 
And I'm joining up the dots 
With the freckles on your cheeks 
And it all makes sense to me

I know you've never loved 
The crinkles by your eyes when you smile 
You've never loved 
Your stomach or your thighs 
The dimples in your back at the bottom of your spine 
But I'll love them endlessly

I won't let these little things slip out of my mouth 
But if I doIt's youOh it's you
They add up toI'm in love with you 
And all these little things

You can't go to bed 
Without a cup of tea 
And maybe that's the reason why you talk in your sleep 
And all those conversations are the secrets that I keep 
Though it makes no sense to me

I know you've never loved the sound of your voice on tape 
You never want to know how much you weighY
ou still have to squeeze into your jeans 
But you're perfect to me

I won't let these little things slip out of my mouth 
But if it's true 
It's youIt's you 
They add up to 
I'm in love with you 
And all these little things

You'll never love yourself 
Half as much as I love you 
You'll never treat yourself right darlin' 
But I want you to 
If I let you know I'm here for you
Maybe you'll love yourself
Like I love you 
Oh

And I've just let these little things slip out of my mouth
Because it's you 
Oh it's you 
It's you 
They add up to 
And I'm in love with you 
And all these little things

I won't let these little things slip out of my mouth
But if it's true 
It's you 
It's you 
They add up to 
And I'm in love with you 
And all your little things

Jumat, 16 Agustus 2013

Penggalan Cerita Dari Autobiografi

        Di kelas 6 aku duduk dengan Yuandita Putri. Anak gila dan koplak setengah mati ini sangatlah tomboy (tapi sekarang dia cewek banget loh). Dia tuh isengnya masyaallah bener-bener gak ada nandingin deh. Dia tuh kerjaannya berantem, hm sebenernya sih enggak tapi kalau ada anak cowok yang ngajakin dia rebut pasti diladenin sama dia. Pernah suatu hari dia berantem dama Aslam sampai tonjok-tonjokan, Aslam sama Yuan sama-sama kena dibagian bibir. Mereka sama-sama kesakitan dan mereka sama-sama di marahin guru haha. Yuan itu rambutnya wajib dikuncir, katanya panas kalau enggak di kuncir, sekalipun gak ada kunciran, dia pasti pake karet gelang sekalipun karet gelang itu udah putus haha-_-. Aku dan Yuan suka banget yang namanya ngisengin Nona HAHA. Nona selalu jadi bahan bullyan kita berdua B). awalnya sih gara-gara kita berdua lagi gak ada kerjaan aja alias bingung mau iseng tapi gak tau siapa yang mau dijadiin korban haha dan pilihan jatuh kepada Nona. Soalnya waktu itu dia lagi berdiri, bengong gitu, mulutnya mangap trus tangannya mainin kepala gespernya dia dan itu awkward banget HAHA. Sejak saat itu aku sama Yuan jadi sering merhatiin dia dan cakkin dia hahahaha. Trus biasanya kita cakkin dia dengan lagu “Memble tapi kece” hahaha jahat ya kedengerannya? Tapi itu lah kita :D dan Nonanya sendiri pun gak pernah keberatan hehe :D. belum lagi ditambah Adam yang katanya suka sama Nona hahahaha makin lengkap lah bahan cakkan kita hahaha. Tapi tenang, semua itu gak sejahat kedengerannya kok. Kita semua cuma buat seneng-seneng doang kayak gitu dan yang penting pihak yang bersangkutan itu tidak mempermasalahkan hehe.

          Kelas 6. Jadi kelas penentuan belajar kita selama 6 tahun. Kelas ini jadi tibatiba berubah jadi kelas rajin dan kesolidan kita benar-benar berasa di kelas 6 ini. Aku inget banget kita satu kelas  dihukum dilapangan garagara kelasnya gaduh banget dan bukannya ngerjain tugas yang dikasih sama gurunya tapi malah bercanda-canda. Itu hari senen dan itu panas banget diluar, ya sekitar jam 11an lah yaa. Dan kalau kelas 6 itu pasti wali kelas buka les tambahan dan sebagian besar dari kita mengikuti les tambahan tersebut. Biasanya les tambahan diadakan setiap pulang sekolah dari hari Senin sampai hari Kamis. Kita yang iktu les biasanya kalo makan siang sebelum les itu pasti beli nasi warteg depan sekolahan. Kadang berdua kadang sendiri dan lauknya gak jauh-jauh dari tempe orek sama mie goreng trus gratis air putih hahaha. Dan kadang kita bukannya serius les tapi malah bercanda-canda doang haha kalau lagi bosen doang sih yaa.

          Selain les tambahan di sekolah, aku juga mengikuti les tambahan diluar sekolah, yaitu di Primagama. Aku ikut les di Primagama sudah dari kelas 5 sd. awal kelas 5 sih aku disuruh lesnya tappi begitu kelas 6, aku yang minta sendiri ya walau kadang suka bolos karena capek haha. Aku dapat banyak teman baru lagi di Primagama dan aku ketemu teman TK aku disitu, yaitu Mega Mercia. Satu kelasnya sekitar 18 orang. 
          Di tengah-tengah kesibukan kita menjelang UN dan kesibukan Nia di smpnya. Kita masih tetap bisa main di sore harinya. Saat itu kami (aku, bernis, nia, dan vivi) sedang bersepedaan sore hari di komplek. Tibatiba ada seorang anak laki menghampiri kami, dia naik motor. Lalu tibatiba:
Rudi: “hai Bernis ya? Gue Rudi.”
Kita: “hah?” *tampang innocent*
Rudi: “hai boleh kenalan?” *nyodorin tangan* *nyengir*
Kita: “Hah? Hehe” *langsung kabur*

Dan begitulah cerita singkatnya si Rudi, yang entah darimana dan siapa dia, tibatiba datang mengajak kenalan tetapi dibalas dengan kaburnya kita HAHA kita tertawa sangat keras sesudah itu karena kita sama sekali tidak kenal anak itu dan dengan tibatibanya dia dating seperti itu hahaha. Lalu ada lagi sebuah kejadian yang lebih “awkward:” dari ini. Jadi ceritanya itu kita juga lagi bersepedaan di komplek dan kita sedang berempat pula. Seperti ini bayangannya:
*sedang naik sepeda* *sepeda vivi ketinggalan, paling belakang* *tibatiba sepedanya vivi dijegat sama sepeda anaik cowok lain*
Abda: “Eh Vi”
Vivi: “Apaan sih?”
Abda: “Lu suka sama gue ya?”
Vivi: “Hah?” *tampang bingung*
Abda: “Iya kan vi?”
Vivi: “Lu gila yak? Hahaha” *langsung kabur*

Saat sesampainya vivi di tempat kita ngumpul, dia bercerita soal itu dan tanpa komando pun kita tertawa sangat keras hahaha. Karena posisinya saat itu diantara kita tidak ada yang kenal dan tau nama anak itu, kita hanya sekedar kenal muka saja. Kita menyebut anak itu dengan sebutan “Blacky” karena kulitnya yang hitam dan aku baru tau namanya saat menulis autobiografi ini, aku bertanya kepada Bernis yang ternyata kenal sesudah kita smp. Dan kami selalu tertawa bila mengingat dua kejadian itu hahaha kejadian yang memalukan sekaligus mengesankan:’).